[NEWS] Juniel was inspired to become a singer after watching a documentary on BoA

Since making her official solo debut at the beginning of the month with her mini-album, ”My First June,” Juniel has been dubbed by the media as the next IU due to her acoustic guitar skills and cute outlook. In addition, she was also responsible for writing over half of the tracks on her debut mini-album.

Sejak melakukan debut resminya di awal bulan dengan mini album, “My First June,” Juniel telah dijuluki oleh media sebagai IU selanjutnya karena kemampuan bermain akustik gitar dan penampilan imut. Sebagai tambahan, dia juga bertanggung jawab atas penulisan lebih dari separuh lagu di debut mini albumnya.

She has been promoting her title track, “illa illa,” on various broadcasting music shows, which has been moving up the music charts each day.

Ia telah mempromosikan judul lagunya ‘illa illa’ di berbagai acara musik, yang terus merambat naik di tangga lagu setiap hari.

Juniel said, “It’s such an honor to be compared to IU, who has become a highly sought-after singer since her debut four years ago. It’s truly more than I deserve.”

Juniel berkata, Adalah suatu kehormatan dibandingan dengan IU, yang telah menjadi penyanyi paling dicari semejak debutnya 4tahun lalu. Itu sangat lebih dari yang patut kudapat.”

It has also been revealed that Juniel was inspired to become a singer after watching a documentary on Asia’s star, BoA. BoA’s hard work in Japan, which resulted her in topping charts, inspired Juniel.

Juga telah diungkapkan bahwa juniel terinspirasi untuk menjadi penyanyi setelah melihat dokumenter bintang Asia, BoA. Kerja keras BoA di Jepang, yang menempatkannya di chart teratas, menginspirasi Juniel.

Juniel was signed onto a management company in 2008 after participating in an audition, and later debuted in Japan in 2010 after winning a contest hosted by a magazine. This allowed her to perform live stages and concerts, releasing 2 indie and 2 major single’s in the country.

Juniel dikontrak oleh perusahaan agensi pada 2008 setelah mengikuti audisi, dan kemusian debut di Jepang tahun 2010 setelah memenangkan kontes dari suatu majalah. Hal ini membuatnya mampu tampil di live stages dan konser, meluncurkan 2 indie dan 2 major single di negara tersebut.

“I moved to Japan because I wanted to study music in a place with a larger market featuring more diverse genres of music. I went on stage three or four times a week and even joined in busking street performances. What I liked the most about the experience was being able to interact with members of the audience. I want to convey everyday emotions through my music so I can show my true self. I hope I can show various sides of my personality, from my girlish charms to my wild side,” she said. “Then people will ultimately stop seeing me as ‘the next so-and-so.’”

“Aku pindah ke Jepang karena ingin belajar musik di tempat dengan pasar luas yang menampilkan banyak genre musik berbeda. Aku tampil di panggung untuk tiga atau empat kali seminggu dan ikut seta dalam pertunjukan busking  jalanan. Yang paling kusukai dari pengalaman itu adalah dapat berinteraksi dengan penonton. Aku ingin menyampaikan perasaanku setiap hari melalui musikku jadi aku dapat menunjukkan jati diriku. Aku harap aku dapat menunjukkan banyak sisi dari diriku, dari yang kecewekan hingga sisi liarku,” katanya. “Kemudian orang-orang akan berhenti melihatku sebagai “dan lain-lain selanjutnya.”

Source: Chosun
via Koreaboo
indo trans by chunghyun@junielindo 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s